"Itu seperti kacang panjang yang telah dipanggang, dan begitu saya melihat lebih teliti di atas sendok, saya melihat sebuah mata," kata Walker. "Saya menjatuhkan sendok itu dan berteriak."
Walker lalu mengambil kepala ular dan kaleng yang telah kosong tersebut ke toko tempat ia membeli kacang panjang kalengan berisi kejutan itu. Ia juga memfoto kepala ular dan mengirimnya ke Western Family, distributor makanan di Oregon.
Wakil presiden bidang pengawasan kualitas Western Family Sharon McFadden mengatakan perusahaannya menganggap serius komplain tersebut dan tengah bekerja dengan produsen produk terkait untuk mencari tahu penyebab dan sebaran kacang itu.
Sejauh ini, pihak perusahaan akan menarik semua kacang panjang kalengan yang beredar di masyarakat. Selain itu, McFadden juga berjanji perusahaannya siap menangani semua masalah lain yang akan mungkin timbul setelah kejadian ini.
Walker mengatakan ia tidak sanggup untuk makan di hari-hari setelahnya karena mual, walaupun ia mengatakan tidak marah atas penemuan kepala ular di kacang panjang kalengan yang ia beli. Ia hanya berharap tidak ada orang lain mengalami kejadian yang sama.
Dia mengatakan tengah berusaha memahami kejadian yang baru saja ia alami sebagai bahan candaan. Pihak komuni gereja tempatnya beribadah justru menganggap kisah kepala ular di dalam kacang panjang kalengan adalah hal yang lucu.
Namun Walker tetap akan menyelenggarakan makan malam di tempat ia tinggal, dengan menu yang lebih selektif.
"Saya mengatakan saya tidak berjanji akan menghidangkan kacang panjang lagi. Kami tidak lagi memiliki persediaan kacang," katanya sembari tertawa.
(les)
No comments:
Post a Comment